Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
teman
 Rindu Bisu

Teman telah lama kita tak bertemu,
ingat dirimu membangkitkan memoriku yang hampir pudar termakan usia,
rindu dirimu mengalirkan bulir bening dipipiku, tak sadar waktu kembali meluapkan emosi yang terkubur lama..
Dan kini aku merindukanmu teman, rindu saat kita tertawa, bahagia dan perlahan melupakan sedih dan duka yang menerjang..
Dan kini aku sangat merindukanmu teman, waktu mulai memudarkan cahaya muda kita,
Dan kini tubuh ringkih ini ingin memelukmu teman, bersanda gurau seperti ketika itu, ketika lengan halusmu menjabat tanganku lalu tersenyum...
Dan kini teman, hanya potretmu yang membawaku berkhayal tentang masa lalu,
Masa ini bukan milik kita lagi,  telah lama dunia membawa kita terbang jauh tanpa tau arah pulang,
Masa kita seperti akan berlalu tanpa ada pertemuan lagi, do’a dan sujud menjadi peranduan terakhir yang membawaku pada kedamaian dan harapan pertemuan...
Masa kita menjadi saksi bahwa kita pernah bersama dalam segala hal, dan masa kini jadi saksi bisu aku merindukanmu...

Sri rizki utami ningsih,
Pekanbaru, 3 mei 2014.
Puisi Lomba tentang "Nasionalisme"


Demi Indonesia


Kapak dan belati tak akan memberimu kekuatan teman,
Jika kau baluti dengan amarah dan darah saudaramu..

Jangan lagi kau tumpahkan darah dibumi pertiwi ini
Karena
Airmata telah lebih dahulu menghujani negeri ini, untuk membawamu pada masa kini...

Semangat kita berjuang untuk indonesia bukan dengan berperang
Mengangkat tombak,
Melempar hujatan,
Menanam kebencian, bukan itu..
Tapi dengan berprestasi, mengharumkan negeri kita INDONESIA, negeri tercinta..
Kita putra putri indonesia, mampu lebih baik dari yang diharapkan
Harapan yang menggantung, tekad yang mendarah daging,
Pasti mampu kita jadikan kenyataan..

Mereka patriot pahlawan bangsa dididik dengan keras dan kejam,
Penuh keringat, airmata, dan darah
Namun mereka tetap mampu mewujudkan mimpi mereka, mimpi Indonesia
Yaitu kemerdekaan Indonesia
Tanpa keluhan dan kata menyerah, mereka bangkit
Demi apa? Demi kita, penerus bangsa, anak cucu mereka...

Ingatlah, kenanglah
Darah yang tumpah,
Keringat dan airmata yang bercucuran,
Semua demi Indonesia lebih baik..

Mari kita berjabatan sahabatku, saudaraku..
Negeri ini butuh kita, penerusnya..
kita putra putri Indonesia, berjuang demi Indonesia yang lebih baik...


Pekanbaru, 1 Mei 2014
Bahagia itu...
Dalam senyum tersimpan begitu banyak kesedihan
Akankah airmata dapat berganti bahagia
Sungguh bahagia yang ku inginkan !
Aku rindu akan getaran
Aku rindu akan ketentraman
Aku rindu, aku rindu kebahagiaan
Yang tlah lama hilang, hilang dalam bayangan duka
Dapatkah... ia, kamu, meraka.. beri aku sedikit rasa bahagia
Ku cari-cari tapi tak ku temukan jua,
aku lupa kapan terakhir kali bahagia mampir dihidupku..
Jika esok kau melihat ku, sapalah..
Katakan, bahagia itu tak jauh, tak akan kemana, tak akan lari..
Karna bahagia itu ada di HATIMU..
Asa ku untuk Tuhanku
Tuhan, ku berlari dan berlari hingga lelah
Berpegang pada kehendak Mu atas takdir Mu
Ampun kan setiap tetesan air mata ku mengeluh padamu

Allah Lebih Tahu



Jika engkau bertanya serumit apa hidup ku
cukup lihat mata ku, lalu rasakan maka engkau akan tahu..

Aku Rindu Ibu

Dekapan hangat mu hantarkan tidurku,
berselimut kan do'a tulus mengiri derap mimpiku..